Archive for May, 2009

17 May 2009

Piala Sudirman di Tahun 2009

Hanya sampai di Semifinal.
Itulah hal yang bisa dicapai oleh tim kita (Indonesia).
Beberapa tahun silam, tim Indonesia masih sangat disegani di seluruh dunia.
Lain halnya dengan kondisi tim kita dibeberapa tahun ini. Bukannya mau merendahkan tim sendiri, jujur saja, klo membandingkan dengan tim lain seperti Korea Selatan, Malaysia, Denmark, kita sudah setara dengan mereka, bahkan gak jarang mereka menjungkirbalikkan kita, contoh nyatanya, kita di tumbangkan tim Korea Selatan di babak Semifinal. Klo kita masih ingat dengan pagelaran Piala Thomas terakhir beberapa waktu lalu (yang diselenggarakan di Indonesia), kita juga ditumbangkan oleh negara Korea Selatan. Paling mirisnya lagi, hal itu terjadi di depan publik sendiri.
Sangat menyedihkan tentunya….
Kalau melihat pertandingan kemaren (Piala Sudirman-Semifinal), harus kita akui tim kita memang belum kuat.
Kita bahas satu persatu (sesuai dengan urutan pertandingannya)
1. Nova/Lily vs Korea Selatan (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Maaf. klo pertandingan ini aku belum sempat menonton. Tapi yang sangat disayangkan adalah, ganda nomor satu dunia ini bisa kalah klo gak salah dua set langsung. Menyedihkan memang….
2. Sony Dwi Kuncoro vs Park S H (Yang menang : Indonesia)
Komentar : Untuk pertandingan ini, aku hanya bisa memberikan 2 jempol buat jagoan kita ini,,, dia menunjukkan sikap pantang menyerah membela tanah air kita. Tapi, lagi-lagi…sebenarnya masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus di benahi, seperti kontrol smesh, service di awal-awal dan bola-bola lob. Karena klo kulihat, Sony masih sering melakukan kesalahan.
3. Maria Kristin vs Hwang Hye Youn (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Sebenarnya klo melihat kualitas, Maria jauh lebih baik dibanding lawannya. Tapi lagi2, Maria masih sering melakukan kesalahan, seperti :melakukan smesh yang terlalu melebar. Nilai-nilai yang diperoleh lawan adalah buah dari kesalahan Maria sendiri, jadi klo Maria mw ngambil nilai, dia harus berusaha sendiri karena lawan jarang sekali melakukan kesalahan.
4. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Jung/Lee (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Aku gak bisa komentar banyak. Karena pasangan yang diturunkan oleh tim Indonesia adalah pasangan yang bisa dibilang pasangan comot sana – comot sini (sorry buat PB PBSI, oh ya komentar untuk PB PBSI juga ada nanti). Dengan mudah, lawan bisa langsung unggul dua set langsung dan memastikan korsi di FINAL.
5. Untuk pertandingan ke lima, aku gak tau gimana kabarnya apakah tetap dimainkan atau tidak lagi, karena aku dah sempat kesal jadi tipi-nya di &*?>#@#&%(*&^E$%&…..
Hehehe…:)

Jadi, sudah jelas…
Tim Korea Selatan sudah lebih siap dibandingkan dengan tim Indonesia.
Itu harus kita akui…..

Kembali ke sebelum pertandingan Piala Sudirman ini digelar, berita menggembirakan dilontarkan oleh PB-PBSI. Dengan bangga mereka menyebut bahwa tim Indonesia kali ini adalah tim yang sudah cukup matang…Jadi, di targetkan mereka akan mampu menembus final pd pertandingan tersebut…
Pertama sih aku ngikut aja…

Ternyata…
Pas dibabak penyisihan, tim kita gak pernah sempurna untuk menang 5-0 dari masing-masing lawan,. Selalu ada kecolongan (masing-masing 4-1, untuk pertandingan melawan tim lainnya). Kita sebenarnya gak mau alasan-alasan yang membela diri keluar dari setiap pengurus,…
Kita pengen, yang jujur-jujur saja…
Jadi, masyarakat tahu, sebenarnya gimana sih kondisi PB PBSI ntu….
Tolong dong, buat PB PBSI supaya membuat program wajib militer (bukan mencontoh seperti negara China, tapi buat program yang membuat atlit tersebut bisa tetap berlatih dan disiplin). Klo kita lihat, mungkin secara kualitas, kita masih bisa mengimbangi China. Sebenarnya hanya kita yang bisa membungkam suara-suara mereka yang kadang kalo aku perhatikan, mereka semakin liar saja. Jadi, yang kurang dari tim kita adalah disiplin dan satu lagi, yaitu : MENTAL semangat bertanding yang masih kurang. Terlepas dari kabar para pemain yang sedang dibekap cedera. Klo ceritanya seperti ntu, kita dah gak bisa ngomong lagi….
Bila saja dua hal itu sudah bisa dimiliki oleh setiap pemain, aku rasa untuk menjadi seperti dahulu kala, gak terlalu sulit.

Terus buat pemain non-pelatnas…
Kita minta untuk bisa berjiwa besar.
Aku kurang tau masalah kalian dimana,,,,
Apakah mengenai pelatih, tempat latihan, atau masalah GAJI.
Tolong dong, semua ntu dikesampingkan klo udah namanya ingin membela negara…
Kita lihat saja Taufik Hidayat…
Menurut berita yang aku dengar, beliau keluar karena masalah pelatih dan gaji.
Pertama, klo masalah pelatih yang kurang tepat yang dipilih oleh PB PBSI, aku rasa PB PBSI harus bijak menyikapi hal ini. Hal itu harus bisa dilihat dari kacamata kedu belah pihak. Sediakan beliau dengan pelatih pilihannya. Terlepas mungkin dia jadi seperti anak emas. Tapi, kalo kita lihat, pemain seperti dia ntu sangat jarang di dunia ini. Dia punya service yang cukup bagus, pukulan smesh yang sangat tajam dan kuat, bola lob yang mematikan, pukulan back hand yang sangat keras (pukulannya hampir sama dengan pukulan smesh). Dia punya segalanya. Bahkan tim China sudah mengakuinya.
Kedua, klo masalah gaji….
Wah, aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
Masa sih Taufik masih menuntut nilai yang lebih yang ditawarkan oleh PB PBSI??
Sementara, klo kita lihat sewaktu Taufik memengangi Olimpiade beberapa tahun silam, dia mendapat banyak uang, dan Gubernur DKI pada waktu ntu sendiri memberikan sebuah rumah kepadanya. Sebelum menjadi seorang atlit, dia juga sudah mampu untuk membeli sebuah mobil.
Jadi, lucu aja klo emang benar Taufik masih kurang setuju dengan gaji yang ditawarkan oleh PB PBSI.

Akhirnya,…

Berpulang dengan kita semua.

Gimana kita menyikapinya….

Pendapatku mengenai Piala Sudirman kali ini :

Kita masih harus banyak belajar dengan tim-tim lainnya.

16 May 2009

UAS Terakhir – Hari Ketiga

Sorry…
Sorry…

Soalnya baru sekarang bisa ngunjungi rumah ini.

Untuk UAS terakhir di hari ketiga lalu, targetku gak muluk-muluk. Tapi, menurutku sih, ujian kemaren lumayan susah dan lumayan gampang.
Kembali ke pernyataan sebelumnya, targetku gak muluk-muluk untuk ujian di hari terakhir ntu.
Kayaknya target itu bisa terpenuhi.
Semoga saja.

Amiiiiiiiiiiiiiiin.

UAS Terakhir (PI-Del) telah selesai. Masih banyak lagi hal-hal yang sedang kupersiapkan. Bingung juga aku.

Minggu depan ujian Pre-TOEFL.
Gak ada persiapan sama sekali.
Karena sebelumnya aku dah punya rencana,,,
“Setelah UAS ini selesai, aku mw refreshing sejenak…”

jadi, kuhabiskan waktu ku ntu dengan hal-hal yang berbau “refreshing“.
Seperti :
– Mendengarkan MP3 sebanyak-banyaknya…
– Watching movie…
– Baca novel…
– Bermain bola…

pokoknya, 3-4 hari ini puaslah…..

Tapi, semoga aja,,,Pre-TOEFL ku nanti hasilnya bisa maksimal…walaupun gak ada persiapan sama sekali di sediain..
Hehehe…..

Pisssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

12 May 2009

UAS Terakhir – Hari Kedua

Lain cerita di hari pertama. lain lagi cerita di hari kedua UAS ku kali ini. Sebenarnya ujian tadi pagi dimulai pukul 15.00 WIB. Jadi sebenarnya banyak waktu yang bisa dimaksimalkan untuk bisa belajar lebih, tapi herannya dari semalam (malam hari) sampe tadi pagi, kayaknya aku gak punya tenaga untuk bisa mulai belajar,,,
baru sekitar pukul 10.00 WIB, aku mulai bisa membaca sedikit-demi-sedikit (sambil mengeja kata-kata yang kuanggap sukar).
Hehehe…
B’canda.
Back to the story…..
Praktis, hanya beberapa jam saja sebenarnya aku persiapkan diriku untuk ujian hari ini…
Tapi, ntu gak membuatku patah semangat…
Kuturuti langkah ku untuk masuk ke ruang ujian…
Soal pun bisa kuperoleh… 🙂
Sebelum membaca soal, seperti biasa… aku ngobrol dulu ama Yang Maha Kuasa, meminta bantuan.
Eits…
bukan bantuan ntu ya…
tapi bantuan supaya aku bisa tetap mengikuti ujian ini (tetap sehat sentosa).
Setelah ntu, satu persatu soal mulai kubaca….
dan……………………………………..
Hehehe….
Hasilnya, belum tau…
tapi, prediksinya udah bisa ketahuan sebenarnya….
Hasil yang cukup positif tentunya 🙂
Doakan ya teman-teman!!!

Mari lanjutkan perjuangan ini…

11 May 2009

Sejarah PSMS Medan di Liga Indonesia

Menarik untuk dicermati.
Data ini aku peroleh dari forum sebelah yang gak sengaja terlewati.

Silahkan dibaca ya :

1.Ligina I : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Papan Tengah.
Pemain Kunci : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah.
Komentar : PSMS pada saat tersebut dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan.

2.Ligina II : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Papan Tengah
Pemain Kunci : Ronaldo (Bra), Alessandro (Bra), Iwan Karo-Karo dkk.
Komentar : Pada ligina ke-2 ini salah satu partai yang paling mengesankan adalah ketika PSMS bertandang ke kandang Pelita Jaya dan menang 4-3. Pencetak gol saat itu : Ronaldo, Alessandro, Khair Rifo (2). Salah satu pencetak gol Pelita saat itu : Giuseppe Accardi (Ita) yang sekarang diketahui berprofesi sebagai pemandu bakat bagi klub-klub Eropa. Pada musim ke-2 ini, adalah awal sejarah dimana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim.

3.Ligina III : 3 Wilayah (Wilayah Tengah)
Prestasi : Nyaris Degradasi
Pemain Kunci : Khair Rifo, M. Halim, Brazio (Bra).
Komentar : Merupakan awal bangkitnya PSMS diliga selanjutnya. Bermain cemerlang membuat dua pemain kunci Khair Rifo dan M. Halim berpindah haluan ke Persib pada musim berikutnya.

4.Ligina IV : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Peringkat 1 wilayah barat (sementara)
Pemain Kunci : Saphou Lassy (Gbn), Alain Mambenda (Gbn), Meiyadi Rakasiwi, M. Affan Lubis.
Komentar : Partai terakhir PSMS sebelum liga dihentikan adalah Vs PSIS dan kalah 1-2 di Teladan. Partai mengesankan adalah melawan Pelita Jaya dengan hasil 4-2 & 2-2 Pelita adalah tim favorit dengan duet Kurniawan dan Dejan Glusevic, tapi PSMS tidak terkalahkan ketika melawan mereka. Dan di musim kompetisi ini PSMS dikenal sulit ditaklukan baik ketika bermain kandang maupun tandang.
Pelatih : Jairo Matos (Bra) tapi diganti oleh Suimin Dihardja.

5.Ligina V : 5/6 Wilayah ( Wilayah IA)
Prestasi : Juara Wilayah dan Semifinalis.
Pemain Kunci : Jean Michel Babouaken (Cam), Baco Sadissou (Cam), Affan Lubis, Sahari Gultom.
Komentar : Partai Pertama 8 Besar PSMS – PKT 1-0 ( Babouaken ) PSMS kalah disemifinal ketika menghadapi Persebaya dengan adu pinalti, ketika itu PSMS mengenakan seragam putih.

6.Ligina VI : 2 Wilayah ( Wilayah Barat )
Pemain Kunci : Nelson Leon Sanchez (Chl), Jaime Rojas (Chl), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Slamet Riyadi.
Prestasi : 8 Besar Group B di Makassar.
Komentar : Merupakan tahun ketiga ditangani oleh Suimin Dihardja yang mana pelatih ini dikenal sebagi pelatih kampung yang membuat PSMS menjadi salah satu tim elit yang paling disegani di kompetisi utama Liga Indonesia. Selain itu pada musim ini, PSMS juga mengenalkan salah satu bintang lokal bernama Edu Juanda.

7.Ligina VII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Mourmada Marco (Gbn), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Supriyono, Edu Juanda, Sahari Gultom.
Prestasi : Juara Wilayah Barat dan semifinalis Ligina.
Komentar : Secara tragis PSMS kembali tersingkir di semifinal lewat adu pinalti yang kali ini dimenangi oleh PSM Makassar. PSMS sendiri ketika adu pinalti terpaksa menggunakan kiper kedua, Suprayetno setelah Sahari Gultom mengalami cedera. Musim ketujuh ini juga menjadi titik balik dari kekuatan PSMS yang membuat pelatih Suimin Diharja keluar.
Skuad lainnya: Abdul Rahman Marasabessy, Mahadi, Lilik Suheri, Gunawan, M.Erwin, Agustiono. Sueb Suprarpto, Alamsyah Nasution, Sugianto, Slamet Riyadi.

8.Ligina VIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Zulkarnaen, Nasib Rayadi, Francis Wolo (Lbr), Herman Pulalo, Saktiawan Sinaga, Syaiful Amri Harahap, Supriyono.
Prestasi : Degradasi.
Komentar : Prestasi paling buruk PSMS meski sempat mendapat bantuan tenaga dari Saphou Lassy.
Pelatih : Abdul Rahman Gurning.

9. Ligina IX : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : M. Affan Lubis, Nasib Rayadi, Saktiawan Sinaga, Coli Misrun
Prestasi : Peringkat 2 Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama
Pelatih : Nobon Kayamudin
Komentar : Bermain di Divisi Satu adalah sejarah terburuk bagi salah satu tim pilar Liga Indonesia ini. Nabun di bawah tangan dingin pelatih Nobon Kayamudin, PSMS berhasil promosi ke Divisi Utama. Kendati membawa PSMS promosi, Nobon didepak oleh klub dan kemudian digantikan oleh pelatih Sutan Harhara.

10. Ligina X : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : M. Halim, Cristian Carasscao (Cili), Saktiawan Sinaga
Prestasi : Peringkat ke-7 Wilayah Barat
Pelatih : Sutan Harhara
Komentar : Kembali ke Divisi Utama membuat PSMS tidak ingin lengah dan mengulang degradasi. Meski dibesut pelatih stylish Sutan Harhara, PSMS hanya bertengger di papan tengah Wilayah Barat.

11. Ligina XI : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Alejandro Tobar (Cili), Alcidio Fleitas (Cili), Cristian Carrasco (Cili), Saktiawan Sinaga, Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun)
Prestasi : Babak 8 Besar
Pelatih : M. Khaidir
Komentar : Di musim pertama menjadi pelatih utama di PSMS Medan membuat nama mantan pelatih kepala PSAD Medan M. Khaidir melejit menjadi salah satu pelatih yang cukup disegani di Liga Indonesia seiring dengan keberhasilannya membawa PSMS melaju ke putaran 8 Besar.

12. Ligina XII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Markus Horison, Alejandro Tobar (Cili), Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun), Greg Nwokolo (Nigeria), Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean
Prestasi : Peringkat 5 Wilayah Barat
Pelatih : M. Khaidir
Komentar : Pada musim kedua kepelatihan M. Khaidir justru menjadi puncak karirnya bersama PSMS Medan setelah dituntut mundur pasca kekalahan kandang atas Persitara yang juga mampu mengalahkan PSMS di kandang Persitara yang ketika itu digelar di Cilegon, Banten. PSMS sendiri hanya menduduki posisi 5 dan gagal melaju ke babak 8 besar setelah pada pertandingan terakhir kalah 0-1 atas PersijapJepara yang digelar di Stadion Teladan, Medan. Posisi kosong M. Khaidir untuk sementara diganti oleh Asisten Pelatih Rudi Sa’ari yang berhasil memboyong untuk ketiga kalinya event tahunan Piala Emas Bang Yos di Jakarta. Musim ini para pendukung PSMS dan anggota dewan memintar pertanggungjawaban APBD senilai Rp. 16 Miliar yang dikucurkan untuk mengikuti Ligina XII.

13. Ligina XIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Markus Horison, Murphy Kumonple Nagbe (Liberia), James Koko Lomell (Liberia), Legimin Raharjo, Usep Munandar, Mbom Mbon Julien (Kamerun), Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Supardi, Gustavo Chena (Argentina)
Pelatih : Freddy Muli
Komentar : Inilah prestasi tertinggi PSMS Medan dengan menjadi finalis Liga Indonesia. Di partai puncaknya PSMS dikalahkan 1-3 oleh Sriwijaya FC yang juga berhasil menyingkirkan PSMS di babak semifinal Piala Indonesia. Hanya setahun menangani PSMS, pelatih Freddy Muli memilih kembali ke Persebaya yang dilatihnya sebelum hengkang ke PSMS Medan.

11 May 2009

UAS Terakhir – Hari Pertama

Lucu juga aku ngeliat hari ini.
Baru tadi pagi (beberapa jam sebelum ujian) aku tau klo berkas Quiz II untuk matakuliah STEST (Software Testing) sebenarnya udah dibagi beberapa hari yang lalu. Yang disayangkan, kertasnya raib gak tw jalan-jalan kemana…Padahal materi Quiz II ini hampir sama dengan materi yang akan diujikan pada UAS kali ini…Mirisnya lagi, kata teman-teman nilai Quiz ku ntu sebenarnya lumayan tinggi,…hanya kurang 2 jam lagi dari penyelenggaraan ujian, ku pasrahkan aja untuk bisa memberikan yang terbaik. Kuniatkan, selesai ujian aku harus menjumpai dosen yang mengajar matakuliah STEST tersebut.
Benar, setelah ujian selesai, aku langsung berjalan menuju kantor dosen untuk dapat mengetahui pasti berapa sebenarnya nilai yang kudapat.
Hehehe…
dengan sedikit tersenyum, ternyata benar…
nilai yang kudapat lumayan lah….
lumayan hancurrr…
Hehehe…
Gak koQ, emang bener kate temen-temen…
lumayan bagus…..

semoga aja hasil UAS di hari pertama ini juga bisa bagus…

Semoga!

11 May 2009

Langkah PSMS di Babak 16 Besar Piala AFC

Menurut informasi yang kudapat, PSMS akan bertanding melawan CHONBURI FC . Tim CHONBURI FC adalah tim yang berasal dari negara Thailand. Mereka adalah juaranya liga Thailand (klo gak salah.. Hehehe…)

Mereka akan bertanding pada 23 Juni 2009.

Semoga saja, PSMS bisa memenangkan laga ini…

Amin…

10 May 2009

UAS Terakhir

Besok ampe ari Rabu, khusus bwt tingkat III, akan mengadakan UAS. Gak banyak matakuliah yang mw diujikan. ‘Hanya’ tiga buah matakuliah dan selangnya adalah satu hari untuk setiap matakuliah yang akan diujikan. Setelah selesai UAS (hari Rabu), kegiatan lainnya menunggu. Hari Kamis, tepatnya pukul 10.00 WIB, kami akan melakukan Pra Seminar TA ’08/09. Kemudian dilanjutkan hari Seninnya, kami akan mengikuti Pre-TOEFL.

Mencoba untuk menghitung waktu yang tersisa, sepertinya tidak ada waktu yang banyak untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya secara maksimal. Tapi, aku tetap optimis untuk semua ini.
Karena semuanya butuh proses dan butuh pembelajaran…

Good Luck My Friends…

8 May 2009

From detiknews.com :Keputusan 4 Pimpinan KPK Tanpa Antasari Sah

Jakarta – 4 Pimpinan KPK memutuskan memimpin KPK secara bersama-sama, setelah Antasari Azhar ditahan dalam kasus pembunuhan. Dengan begitu, KPK tetap bisa melakukan penyidikan kasus korupsi tanpa Antasari. Keputusan 4 pimpinan KPK ini sah!

Saya menjawab : PRO/Setuju

Untuk urusan kepemimpinan, seharusnya hal itu tidak usah dipermasalahkan. Bukannya posisi pemimpin itu tidak vital. Tapi, kalo sudah berbicara mengenai suatu institusi atau badan (apalagi yang terkait dengan negara-dekat dengan kepentingan masyarakat luas), hal untuk memimpin secara bergiliran oleh 4 orang adalah sah-sah saja.
Tidak usah mempermasalahkan mengenai banyaknya orang yang memimpin atau hal-hal lainnya. Dari informasi yang saya baca, mereka juga ketika memimpin lebih banyak melakukan diskusi untuk mengambil keputusan dari pada melakukan voting (dikhawatirkan karena jumlah mereka 4 orang).

Untuk anggota dewan juga khususnya anggota komisi III DPP, seharusnya mereka lebih jeli lagi melihat kasus Antasari ini. Bagaimana jika hasil sidang mengenai Antasari ini diputuskan 8 bulan kemudian. Apakah KPK akan diam saja karena tidak ada yang memimpin??
Seharusnya kekonyolan ini tidak lama berlarut-larut…

Salam hangat buat KPK. Maju terus pantang mundur!!!



4 May 2009

Deskripsi untuk satu bulan ini

Gila, gak terasa…

bulan ini, bulan terakhirQ disini + satu bulan lagi sekitar bulan Agustus nanti.

Skenario untuk bulan ini adalah :

Minggu I = Minggu terakhir untuk semua bahan matakuliah (Wuih, yang terakhir euy selama 3 tahun penuh…)

Minggu II = UAS (Ujian Akhir Semester)

Minggu III = Pra Sidang (sebelum Sidang Tugas Akhir)

Minggu IV = Persiapan Kerja Praktek.

Untuk Kerja Praktek, aku belum dapat kabar dari orang-orang yang ada diatas sana…

hanya bisa menunggu saja…

apakah di Tarutung?? Medan?? Batam?? Jakarta?? atau malah di Kalimantan..??

Ihh, ngeri aQ klo ke Kalimantan…

bukan karena knp2, karena emang gak ada keluarga disana…

Hehehe…

Piss!!!!!!!!

4 May 2009

Kronologi Lengkap Pengungkapan Kasus Pembunuhan Nasrudin dengan tersangka Bpk. Antasari Azhar

Berita yang sangat panas yang beredar beberapa minggu ini… Mengenai “Pembunuhan berencana Nasrudin dengan tersangka utama Antasari Azhar (Ketua KPK)“. Data ini aku dapat dari detik.com. ******************************************************************

1. Dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Labfor Mabes Polri dan hasil analisa dari keterangan saksi yang ada di TKP diperoleh informasi bahwa pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru dan dibuatkan sketsa wajah pelaku dari keterangan saksi Sarwin yang berada di dekat TKP. Sarwin merupakan saksi yang saat kejadian penembakan, berada hanya 5 meter dari mobil Nasrudin.

2. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan diperoleh informasi adanya seseorang yang memiliki kendaraan roda dua dengan ciri-ciri seperti yang di TKP dengan pemilik bernama Heri Santosa, beralamat di Menteng Atas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Setelah dilakukan pengecekan ke alamat tersebut, ditemukan sebuah sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru no pol B 6862 SNY dan selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka Heri Santosa. Heri Santosa mengaku sebagai pengemudi sepeda motor (pilot) dalam penembakan terhadap korban Nasrudin.

3. Heri Santosa mengaku saat kejadian dia mengendarai kendaraan tersebut bersama-sama dengan Daniel yang melakukan penembakan sebanyak dua kali terhadap korban dari arah sisi kiri kendaraan BMW B 191 E warna silver di Jalan Hartono Raya Kompleks Modern Land, sekitar 900 meter dari lapangan Golf Modern Land Tangerang pada Sabtu, 14 Maret 2009 sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah korban selesai bermain golf. Dalam pemeriksaan, diperoleh keterangan bahwa Heri Santosa dan Daniel mendapatkan pesanan untuk melakukan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dari Hendrikus Kia Walen.

4. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Hendrikus Kia Walen di Menteng Dalam Atas Jakarta Pusat. Rumah Hendrikus hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Heri Santosa. Pengakuan Hendrikus, di lokasi penembakan saat itu adalah Heri Santosa (sebagai pilot), Daniel (sebagai eksekutor) dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru, sementara Fransiskus Alias Ansidan sdr SEI (sebagai pengawas) dengan menggunakan kendaraan Avanza B 8870 NP. Hendrikus Kia Walen sebagai penerima dan pemberi order. Dari keterangan Hendrikus diketahui bahwa Hedrikus menerima uang sebesar Rp 400 juta dari Edo, dengan perincian: dibagikan ke masing-masing Heri Santoso Rp 70 juta, Daniel Rp 70 juta, Amsi Rp 30 juta, Sei Rp 20 juta, dan sisanya untuk Hendrikus serta biaya operasional sebesar Rp 100 juta.

5. Dari hasil pemeriksaan terhadap Hendrikus diketahui bahwa senjata api yang digunakan jenis Revolver kaliber 38 berikut peluru 6 butir yang masih ada di dalam silinder, dua sudah ditembakkan dan empat masih belum ditembakkan yang ditanam di halaman rumah di Tebet Jakarta Selatan. Selanjutnya senjata api itu disita dan dilakukan uji balistik Labfor Mabes Polri. Hasilnya, peluru itu identik dengan anak peluru yang ditemukan di tubuh Nasrudin.

6. Dari pengakuan Hendrikus, diperoleh keterangan tentang keberadaan Fransiskus. Polisi akhirnya menangkap Fransiskus alias Amsi di Batu Ceper Kali Deres Jakarta Barat. Saat diperiksa, Amsi mendapat uang Rp 30 juta, kemudian Hendrikus memberi dana operasional kepada Fransiskus sebesar Rp 15 juta untuk membeli senjata api dan sebesar Rp 5 juta untuk menyewa kendaraan Avanza.

7. Dari hasil pemeriksaan Heri Santosa, dilakukan penangkapan terhadap Daniel (penembak/eksekutor) di Pelabuhan Tanjung Priok sewaktu pulang dari Flores dengan menggunakan kapal laut Silimau. Saat diperiksa, Daniel mengaku mendapatkan pesanan penembakan terhadap Nasrudin dengan mendapat imbalan uang Rp 70 juta.

8. Kepada polisi, Hendrikus mendapat pesanan penembakan terhadap Nasrudin dari Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. Kemudian polisi menangkap Edo di rumahnya di Jalan Jati Asih Bekasi. Edo mengakui dan membenarkan pengakuan Hendrikus. Kemudian dilakukan pendalaman terhadap Edo untuk mengetahui motif dan siapa yang menyuruh Edo untuk melakukan penembakan terhadap Nasrudin.

9. Saat diperiksa, Edo mengaku mendapat perintah untuk membunuh korban dari Wiliardi Wizar (Kombes Polisi). Edo bisa bertemu Wiliardi atas prakarsa Jerry. Sebelumnya Wiliardi meminta Jerry untuk mencari orang yang dapat melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin. Untuk itu, Jerry kemudian mengatur pertemuan Wiliardi dengan Edo di Halai Bowling Ancol. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Jerry di Perumahan Permata Buana Jakarta Barat.

10. Jerry mengaku bahwa Wiliardi bertemu dirinya di Halai Bowling Ancol untuk mencari orang yang dapat melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin. Saat itu, dia mempertemukan Wiliardi dengan Edo. Saat itu, Edo dijanjikan imbalan Rp 500 juta. Pada pertemuan itu, diserahkan foto korban dan foto mobil yang biasa digunakan korban kepada Edo.

11. Kepada polisi, Edo mengaku menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Wiliardi di lapangan parkir Citos (Cilandak Town Square) Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan Edo dan Jerry, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Wiliardi Wizar di Taman Ubud Lippo Karawaci Tangerang.

12. Dari pemeriksaan Wiliardi, diperoleh keterangan bahwa uang yang diserahkan kepada Edo berasal dari Sigid Haryo Wibisono dan atas sepengetahuan Antasari. Sebab, saat Sigid memberikan Rp 500 juta kepada Wiliardi, Sigid menelepon Antasari untuk mengkonfirmasi penyerahan uang tersebut sebagai biaya operasional di lapangan. Maka pada hari Selasa 28 April 2009, polisi menangkap Sigid di Jalan Pati Unus 35 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

13. Dari hasil pemeriksaan Wiliardi dan Sigid diperoleh keterangan bahwa yang mempunyai keinginan untuk menghilangkan nyawa Nasrudin adalah Antasari Azhar. Sebab, Nasrudin sering meneror dan memeras Antasari dengan ancaman akan membongkar perselingkuhan Antasari dengan istri siri Nasrudin bernama Rani yang terjadi Hotel Grand Mahakam Kebayoran Baru Jaksel sekitar bulan Mei 2008. Karena ancaman tersebut dirasakan sudah sangat mengganggu baik diri pribadi maupun istri dari Antasari, maka Sigid menghubungi Wiliardi untuk meminta bantuan pembunuhan terhadap Nasrudin.

******************************************************************

Gak nyangka aku… kabar ini sangat mengejutkan bangsa Indonesia. Ditengah-tengah maraknya aksi penumpasan para koruptor, disisi lain KEPALAnya anti korupsi malah disebut-sebut sebagai “otak” dari pembunuhan berencana Nasrudin. Kalo emang benar Pak Antasari adalah otak pelakunya, sangat dipastikan “hukuman mati” akan di jatuhkan kepadanya (karena terbukti melakukan pembunuhan berencana).

Tapi, kita tidak boleh terburu-buru men-judge seseorang.

Kembali dengan istilah : “PRADUGA TAK BERSALAH”.

Kita tunggu saja kinerja Pak Polisi dalam pengusutan kejadian ini.

O ya, tadi siang juga aku nonton di televisi, polisi melakukan tanya-jawab dengan wartawan. Aku rasa, ini adalah langkah maju dan cepat dari pihak kepolisian yang tanggap dengan kejadian yang sedang terjadi. Jangan sampai berita yang tidak benar keluar atau sampai kepada masyarakat.Maka polisi membuat pertemuan dengan nuansa tanya-jawab dengan para wartawan.

Kita tunggu saja…