Archive for ‘Sports’

11 June 2009

PSMS Medan Mengikuti ‘Playoff

Kabar yang kurang mengenakkan datang dari tim kesayanganku “PSMS” Medan. Mereka akan menjalani laga ‘playoff’ melawan PERSEBAYA Surabaya pada 19 Juni 2009 mendatang di stadion Si Jakabaring, Palembang. Kepastian tim PSMS mengikuti laga ‘playoff’ ini setelah pertandingan Persiwa Wamena vs PSMS Medan berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk keunggulan tuan ruman (Persiwa).

Klo ditanya, sedih apa gak??
Yang pasti, sedihlah…

tapi gpp..

Masih ada kesempatan untuk bisa membuktikan bahwa ‘roh ‘ PSMS masih ada di persepakbolaan Indonesia.

Mari kita berikan dukungan yang sebesar-besarnya kepada tim PSMS Medan…
Semoga saja bisa MENANG!!!

btw, acaranya jam berapa ya?? disiarkan gak ya??
Hehehe..
Soalnya, dukungan maksimal yang bisa kuberikan adalah hanya menyaksikan mereka lewat televisi…
Walaupun pertandingan diselenggarakan di Pulau Sumatera (aku berdomisili di Pulau Sumatera), tapi jarak dari rumah ke lokasi pertandingan lumayan jauh. Untuk menuju kesana, butuh waktu sekitar 1 hari 1 malam dengan menggunakan transportasi darat.

Hehehe…

Semoga saja, pertandingan tersebut disiarkan dan secara LANGSUNG…

Hidoep PSMS Medan…..

17 May 2009

Piala Sudirman di Tahun 2009

Hanya sampai di Semifinal.
Itulah hal yang bisa dicapai oleh tim kita (Indonesia).
Beberapa tahun silam, tim Indonesia masih sangat disegani di seluruh dunia.
Lain halnya dengan kondisi tim kita dibeberapa tahun ini. Bukannya mau merendahkan tim sendiri, jujur saja, klo membandingkan dengan tim lain seperti Korea Selatan, Malaysia, Denmark, kita sudah setara dengan mereka, bahkan gak jarang mereka menjungkirbalikkan kita, contoh nyatanya, kita di tumbangkan tim Korea Selatan di babak Semifinal. Klo kita masih ingat dengan pagelaran Piala Thomas terakhir beberapa waktu lalu (yang diselenggarakan di Indonesia), kita juga ditumbangkan oleh negara Korea Selatan. Paling mirisnya lagi, hal itu terjadi di depan publik sendiri.
Sangat menyedihkan tentunya….
Kalau melihat pertandingan kemaren (Piala Sudirman-Semifinal), harus kita akui tim kita memang belum kuat.
Kita bahas satu persatu (sesuai dengan urutan pertandingannya)
1. Nova/Lily vs Korea Selatan (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Maaf. klo pertandingan ini aku belum sempat menonton. Tapi yang sangat disayangkan adalah, ganda nomor satu dunia ini bisa kalah klo gak salah dua set langsung. Menyedihkan memang….
2. Sony Dwi Kuncoro vs Park S H (Yang menang : Indonesia)
Komentar : Untuk pertandingan ini, aku hanya bisa memberikan 2 jempol buat jagoan kita ini,,, dia menunjukkan sikap pantang menyerah membela tanah air kita. Tapi, lagi-lagi…sebenarnya masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus di benahi, seperti kontrol smesh, service di awal-awal dan bola-bola lob. Karena klo kulihat, Sony masih sering melakukan kesalahan.
3. Maria Kristin vs Hwang Hye Youn (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Sebenarnya klo melihat kualitas, Maria jauh lebih baik dibanding lawannya. Tapi lagi2, Maria masih sering melakukan kesalahan, seperti :melakukan smesh yang terlalu melebar. Nilai-nilai yang diperoleh lawan adalah buah dari kesalahan Maria sendiri, jadi klo Maria mw ngambil nilai, dia harus berusaha sendiri karena lawan jarang sekali melakukan kesalahan.
4. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Jung/Lee (Yang menang : Korea Selatan)
Komentar : Aku gak bisa komentar banyak. Karena pasangan yang diturunkan oleh tim Indonesia adalah pasangan yang bisa dibilang pasangan comot sana – comot sini (sorry buat PB PBSI, oh ya komentar untuk PB PBSI juga ada nanti). Dengan mudah, lawan bisa langsung unggul dua set langsung dan memastikan korsi di FINAL.
5. Untuk pertandingan ke lima, aku gak tau gimana kabarnya apakah tetap dimainkan atau tidak lagi, karena aku dah sempat kesal jadi tipi-nya di &*?>#@#&%(*&^E$%&…..
Hehehe…:)

Jadi, sudah jelas…
Tim Korea Selatan sudah lebih siap dibandingkan dengan tim Indonesia.
Itu harus kita akui…..

Kembali ke sebelum pertandingan Piala Sudirman ini digelar, berita menggembirakan dilontarkan oleh PB-PBSI. Dengan bangga mereka menyebut bahwa tim Indonesia kali ini adalah tim yang sudah cukup matang…Jadi, di targetkan mereka akan mampu menembus final pd pertandingan tersebut…
Pertama sih aku ngikut aja…

Ternyata…
Pas dibabak penyisihan, tim kita gak pernah sempurna untuk menang 5-0 dari masing-masing lawan,. Selalu ada kecolongan (masing-masing 4-1, untuk pertandingan melawan tim lainnya). Kita sebenarnya gak mau alasan-alasan yang membela diri keluar dari setiap pengurus,…
Kita pengen, yang jujur-jujur saja…
Jadi, masyarakat tahu, sebenarnya gimana sih kondisi PB PBSI ntu….
Tolong dong, buat PB PBSI supaya membuat program wajib militer (bukan mencontoh seperti negara China, tapi buat program yang membuat atlit tersebut bisa tetap berlatih dan disiplin). Klo kita lihat, mungkin secara kualitas, kita masih bisa mengimbangi China. Sebenarnya hanya kita yang bisa membungkam suara-suara mereka yang kadang kalo aku perhatikan, mereka semakin liar saja. Jadi, yang kurang dari tim kita adalah disiplin dan satu lagi, yaitu : MENTAL semangat bertanding yang masih kurang. Terlepas dari kabar para pemain yang sedang dibekap cedera. Klo ceritanya seperti ntu, kita dah gak bisa ngomong lagi….
Bila saja dua hal itu sudah bisa dimiliki oleh setiap pemain, aku rasa untuk menjadi seperti dahulu kala, gak terlalu sulit.

Terus buat pemain non-pelatnas…
Kita minta untuk bisa berjiwa besar.
Aku kurang tau masalah kalian dimana,,,,
Apakah mengenai pelatih, tempat latihan, atau masalah GAJI.
Tolong dong, semua ntu dikesampingkan klo udah namanya ingin membela negara…
Kita lihat saja Taufik Hidayat…
Menurut berita yang aku dengar, beliau keluar karena masalah pelatih dan gaji.
Pertama, klo masalah pelatih yang kurang tepat yang dipilih oleh PB PBSI, aku rasa PB PBSI harus bijak menyikapi hal ini. Hal itu harus bisa dilihat dari kacamata kedu belah pihak. Sediakan beliau dengan pelatih pilihannya. Terlepas mungkin dia jadi seperti anak emas. Tapi, kalo kita lihat, pemain seperti dia ntu sangat jarang di dunia ini. Dia punya service yang cukup bagus, pukulan smesh yang sangat tajam dan kuat, bola lob yang mematikan, pukulan back hand yang sangat keras (pukulannya hampir sama dengan pukulan smesh). Dia punya segalanya. Bahkan tim China sudah mengakuinya.
Kedua, klo masalah gaji….
Wah, aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
Masa sih Taufik masih menuntut nilai yang lebih yang ditawarkan oleh PB PBSI??
Sementara, klo kita lihat sewaktu Taufik memengangi Olimpiade beberapa tahun silam, dia mendapat banyak uang, dan Gubernur DKI pada waktu ntu sendiri memberikan sebuah rumah kepadanya. Sebelum menjadi seorang atlit, dia juga sudah mampu untuk membeli sebuah mobil.
Jadi, lucu aja klo emang benar Taufik masih kurang setuju dengan gaji yang ditawarkan oleh PB PBSI.

Akhirnya,…

Berpulang dengan kita semua.

Gimana kita menyikapinya….

Pendapatku mengenai Piala Sudirman kali ini :

Kita masih harus banyak belajar dengan tim-tim lainnya.

11 May 2009

Sejarah PSMS Medan di Liga Indonesia

Menarik untuk dicermati.
Data ini aku peroleh dari forum sebelah yang gak sengaja terlewati.

Silahkan dibaca ya :

1.Ligina I : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Papan Tengah.
Pemain Kunci : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah.
Komentar : PSMS pada saat tersebut dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan.

2.Ligina II : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Papan Tengah
Pemain Kunci : Ronaldo (Bra), Alessandro (Bra), Iwan Karo-Karo dkk.
Komentar : Pada ligina ke-2 ini salah satu partai yang paling mengesankan adalah ketika PSMS bertandang ke kandang Pelita Jaya dan menang 4-3. Pencetak gol saat itu : Ronaldo, Alessandro, Khair Rifo (2). Salah satu pencetak gol Pelita saat itu : Giuseppe Accardi (Ita) yang sekarang diketahui berprofesi sebagai pemandu bakat bagi klub-klub Eropa. Pada musim ke-2 ini, adalah awal sejarah dimana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim.

3.Ligina III : 3 Wilayah (Wilayah Tengah)
Prestasi : Nyaris Degradasi
Pemain Kunci : Khair Rifo, M. Halim, Brazio (Bra).
Komentar : Merupakan awal bangkitnya PSMS diliga selanjutnya. Bermain cemerlang membuat dua pemain kunci Khair Rifo dan M. Halim berpindah haluan ke Persib pada musim berikutnya.

4.Ligina IV : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Prestasi : Peringkat 1 wilayah barat (sementara)
Pemain Kunci : Saphou Lassy (Gbn), Alain Mambenda (Gbn), Meiyadi Rakasiwi, M. Affan Lubis.
Komentar : Partai terakhir PSMS sebelum liga dihentikan adalah Vs PSIS dan kalah 1-2 di Teladan. Partai mengesankan adalah melawan Pelita Jaya dengan hasil 4-2 & 2-2 Pelita adalah tim favorit dengan duet Kurniawan dan Dejan Glusevic, tapi PSMS tidak terkalahkan ketika melawan mereka. Dan di musim kompetisi ini PSMS dikenal sulit ditaklukan baik ketika bermain kandang maupun tandang.
Pelatih : Jairo Matos (Bra) tapi diganti oleh Suimin Dihardja.

5.Ligina V : 5/6 Wilayah ( Wilayah IA)
Prestasi : Juara Wilayah dan Semifinalis.
Pemain Kunci : Jean Michel Babouaken (Cam), Baco Sadissou (Cam), Affan Lubis, Sahari Gultom.
Komentar : Partai Pertama 8 Besar PSMS – PKT 1-0 ( Babouaken ) PSMS kalah disemifinal ketika menghadapi Persebaya dengan adu pinalti, ketika itu PSMS mengenakan seragam putih.

6.Ligina VI : 2 Wilayah ( Wilayah Barat )
Pemain Kunci : Nelson Leon Sanchez (Chl), Jaime Rojas (Chl), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Slamet Riyadi.
Prestasi : 8 Besar Group B di Makassar.
Komentar : Merupakan tahun ketiga ditangani oleh Suimin Dihardja yang mana pelatih ini dikenal sebagi pelatih kampung yang membuat PSMS menjadi salah satu tim elit yang paling disegani di kompetisi utama Liga Indonesia. Selain itu pada musim ini, PSMS juga mengenalkan salah satu bintang lokal bernama Edu Juanda.

7.Ligina VII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Mourmada Marco (Gbn), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Supriyono, Edu Juanda, Sahari Gultom.
Prestasi : Juara Wilayah Barat dan semifinalis Ligina.
Komentar : Secara tragis PSMS kembali tersingkir di semifinal lewat adu pinalti yang kali ini dimenangi oleh PSM Makassar. PSMS sendiri ketika adu pinalti terpaksa menggunakan kiper kedua, Suprayetno setelah Sahari Gultom mengalami cedera. Musim ketujuh ini juga menjadi titik balik dari kekuatan PSMS yang membuat pelatih Suimin Diharja keluar.
Skuad lainnya: Abdul Rahman Marasabessy, Mahadi, Lilik Suheri, Gunawan, M.Erwin, Agustiono. Sueb Suprarpto, Alamsyah Nasution, Sugianto, Slamet Riyadi.

8.Ligina VIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Zulkarnaen, Nasib Rayadi, Francis Wolo (Lbr), Herman Pulalo, Saktiawan Sinaga, Syaiful Amri Harahap, Supriyono.
Prestasi : Degradasi.
Komentar : Prestasi paling buruk PSMS meski sempat mendapat bantuan tenaga dari Saphou Lassy.
Pelatih : Abdul Rahman Gurning.

9. Ligina IX : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : M. Affan Lubis, Nasib Rayadi, Saktiawan Sinaga, Coli Misrun
Prestasi : Peringkat 2 Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama
Pelatih : Nobon Kayamudin
Komentar : Bermain di Divisi Satu adalah sejarah terburuk bagi salah satu tim pilar Liga Indonesia ini. Nabun di bawah tangan dingin pelatih Nobon Kayamudin, PSMS berhasil promosi ke Divisi Utama. Kendati membawa PSMS promosi, Nobon didepak oleh klub dan kemudian digantikan oleh pelatih Sutan Harhara.

10. Ligina X : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : M. Halim, Cristian Carasscao (Cili), Saktiawan Sinaga
Prestasi : Peringkat ke-7 Wilayah Barat
Pelatih : Sutan Harhara
Komentar : Kembali ke Divisi Utama membuat PSMS tidak ingin lengah dan mengulang degradasi. Meski dibesut pelatih stylish Sutan Harhara, PSMS hanya bertengger di papan tengah Wilayah Barat.

11. Ligina XI : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Alejandro Tobar (Cili), Alcidio Fleitas (Cili), Cristian Carrasco (Cili), Saktiawan Sinaga, Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun)
Prestasi : Babak 8 Besar
Pelatih : M. Khaidir
Komentar : Di musim pertama menjadi pelatih utama di PSMS Medan membuat nama mantan pelatih kepala PSAD Medan M. Khaidir melejit menjadi salah satu pelatih yang cukup disegani di Liga Indonesia seiring dengan keberhasilannya membawa PSMS melaju ke putaran 8 Besar.

12. Ligina XII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Markus Horison, Alejandro Tobar (Cili), Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun), Greg Nwokolo (Nigeria), Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean
Prestasi : Peringkat 5 Wilayah Barat
Pelatih : M. Khaidir
Komentar : Pada musim kedua kepelatihan M. Khaidir justru menjadi puncak karirnya bersama PSMS Medan setelah dituntut mundur pasca kekalahan kandang atas Persitara yang juga mampu mengalahkan PSMS di kandang Persitara yang ketika itu digelar di Cilegon, Banten. PSMS sendiri hanya menduduki posisi 5 dan gagal melaju ke babak 8 besar setelah pada pertandingan terakhir kalah 0-1 atas PersijapJepara yang digelar di Stadion Teladan, Medan. Posisi kosong M. Khaidir untuk sementara diganti oleh Asisten Pelatih Rudi Sa’ari yang berhasil memboyong untuk ketiga kalinya event tahunan Piala Emas Bang Yos di Jakarta. Musim ini para pendukung PSMS dan anggota dewan memintar pertanggungjawaban APBD senilai Rp. 16 Miliar yang dikucurkan untuk mengikuti Ligina XII.

13. Ligina XIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat)
Pemain Kunci : Markus Horison, Murphy Kumonple Nagbe (Liberia), James Koko Lomell (Liberia), Legimin Raharjo, Usep Munandar, Mbom Mbon Julien (Kamerun), Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Supardi, Gustavo Chena (Argentina)
Pelatih : Freddy Muli
Komentar : Inilah prestasi tertinggi PSMS Medan dengan menjadi finalis Liga Indonesia. Di partai puncaknya PSMS dikalahkan 1-3 oleh Sriwijaya FC yang juga berhasil menyingkirkan PSMS di babak semifinal Piala Indonesia. Hanya setahun menangani PSMS, pelatih Freddy Muli memilih kembali ke Persebaya yang dilatihnya sebelum hengkang ke PSMS Medan.

11 May 2009

Langkah PSMS di Babak 16 Besar Piala AFC

Menurut informasi yang kudapat, PSMS akan bertanding melawan CHONBURI FC . Tim CHONBURI FC adalah tim yang berasal dari negara Thailand. Mereka adalah juaranya liga Thailand (klo gak salah.. Hehehe…)

Mereka akan bertanding pada 23 Juni 2009.

Semoga saja, PSMS bisa memenangkan laga ini…

Amin…